KERINCI detektifspionase.com – Tradisi adat Kenduri Sko/mariwok kerapatan adat tiga desa, Koto Dian, Telago Dan Limok Manaih berlangsung khidmat dan meriah di lapangan Adat depan masjid Al- Mubarak desa Limok Manaih Kecamatan keliling Danau Kabupaten Kerinci, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan adat sakral ini turut dihadiri langsung oleh Bupati dan wakil Bupati kerinci.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sungai Penuh dan unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran Bupati dan wakil bupati kerinci beserta para kepala daerah disambut langsung oleh para Depati Ninik Mamak, yang didampingi langsung oleh camat keliling danau, para kades beserta para panitia dengan prosesi adat penuh kehormatan disambut dengan Tari Persembahan, Tari Satai serta atraksi Pencak Silat sebagai simbol penghormatan pada para tamu.
Rangkaian acara diawali dengan kata sambutan oleh Waka Polsek danau kerinci, kata sambutan ketua panitia dan tidak luput pula kata sambutan dari pemimpin kerinci dan kota sungai penuh,
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan atraksi nanjoak umoh, yang langsung di peragakan oleh bupati,wakil bupati kerinci dan walikota sungai penuh,
Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat nilai kearifan lokal dan menjadi jati diri masyarakat tiga desa Koto Dian, Telago dan Limok Manaih,
“Kenduri Sko merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. Melalui adat, kita diajarkan gotong royong, sopan santun, serta penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai adat inilah yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan,” ujar Monadi.
Ia menegaskan bahwa adat dan agama harus berjalan seiring sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab dan bermarwah.
“Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah. Adat bukan penghambat pembangunan, melainkan pondasi moral yang memberi arah dan makna bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Monadi memastikan Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
Sementara itu, Alfin S.H walikota sungai penuh selalu putra terbaik yang di besarkan di pulau tengah merasa bahwa keberadaan beliau merupakan napak tilas dan mengulang sejarah beliau, bahasapun masih Pasih dalam mengunakan bahasa pulau tengah, Adat istiadat memiliki peran strategis dalam mendukung sistem hukum di Indonesia, khususnya melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) ungkap walikota sungai penuh dalam kata sambutannya.
“Adat memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat melalui musyawarah di tingkat bawah, sebelum sampai ke aparat penegak hukum. Inilah bentuk restorative justice yang hidup dan tumbuh di masyarakat kita,” kata Alfin.
Menurutnya, penyelesaian masalah melalui hukum adat tidak hanya menjaga rasa keadilan, tetapi juga memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.
“Ketika adat ditegakkan secara adil dan bijaksana, stabilitas sosial akan terjaga. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung penegakan hukum nasional dan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan Kenduri Sko/Mariwok dilanjutkan setelah kedatangan para adat dan kembang rekam dari koto tuo dan dusun baru untuk dibawa kerumah adat dalam rapat penunjukan pengganti orang adat yang baru, kemudian dilanjutkan dengan acara Mariwok atau penyebutan nama-nama yang menyandang sko adat turun temurun.
Tradisi adat ini menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat adat, serta meneguhkan masyarakat sepulau tengah sebagai daerah yang beradat, bermartabat, dan berkarakter.( Irwan )