detektifspionase.com
Sabtu, 25 April 2026 - 19:27 WIB

Janji Tinggal Janji! Emak-Emak Tutup Jalan Rusak di Kubang Agung, Kesal Dibohongi Calon Legislatif

Detektif Spionase | 25 April 2026 - 07:35 WIB
Janji Tinggal Janji! Emak-Emak Tutup Jalan Rusak di Kubang Agung, Kesal Dibohongi Calon Legislatif

KERINCI detektifspionase.com — Kesabaran warga Desa Kubang Agung, Kecamatan Depati Tujuh, akhirnya benar-benar habis. Bertahun-tahun dihantui jalan rusak parah tanpa perhatian serius dari pemerintah, kini warga—khususnya kaum emak-emak—ambil langkah tegas dengan menutup akses jalan umum yang menjadi penghubung Kubang Agung dengan Koto Baru Rawang, Sabtu (25/04/2025).

Aksi ini bukan tanpa alasan. Warga mengaku muak dengan janji manis para calon legislatif yang dulu datang silih berganti, berorasi di lokasi yang sama, bahkan berani berjanji akan memperbaiki jalan dan membenahi Kabupaten Kerinci. Namun setelah duduk di kursi empuk, janji tinggal janji—jalan tetap hancur, warga tetap menderita.

Ironisnya, jalan ini bukan jalan kecil biasa, melainkan jalan kabupaten yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Saat hujan turun, kondisi jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara dan merusak lingkungan sekitar rumah warga.

Puncak kemarahan terjadi ketika salah seorang ibu rumah tangga tak tahan lagi melihat kendaraan berlalu-lalang di depan rumahnya, membawa lumpur dan genangan air. Dengan tegas, ia memblokade jalan tersebut. Aksi spontan itu langsung diikuti warga lainnya. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total—pengendara terpaksa putar balik.

Warga menyebut, sudah terlalu banyak media yang memberitakan kondisi jalan rusak ini. Namun sayangnya, hingga kini tidak ada tanggapan nyata dari pemerintah desa, kecamatan Depati Tujuh, maupun Pemerintah Kabupaten Kerinci.

“Kalau dulu datang minta suara, semua janji manis keluar. Sekarang? Mana? Jalan tetap hancur, kami yang jadi korban!” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Aksi penutupan jalan ini menjadi tamparan keras bagi para pemangku kebijakan. Warga tak lagi butuh janji, mereka butuh bukti. Jika terus diabaikan, bukan tidak mungkin aksi serupa akan meluas dan menjadi bentuk perlawanan terhadap pemimpin yang dianggap hanya pandai bicara tanpa kerja nyata. Edi


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.