detektifspionase.com
Sabtu, 28 Maret 2026

Gas 3 Kg Langka & Diduga Dioplos, Publik Pertanyakan Ketegasan Gubernur Jambi

Detektif Spionase | 28 Maret 2026 - 08:15 WIB
Gas 3 Kg Langka & Diduga Dioplos, Publik Pertanyakan Ketegasan Gubernur Jambi

Kerinci, detektifspionase.com 27 Maret 2026 – Kelangkaan gas subsidi 3 kg kian memperparah beban masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Distribusi yang diduga tidak tepat sasaran membuat warga kecil kesulitan mendapatkan haknya, bahkan harus membeli dengan harga jauh di atas ketentuan.

Gas yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp20 ribu per tabung, kini beredar di pasaran dengan harga Rp27 ribu hingga Rp35 ribu. Kondisi ini memicu dugaan adanya permainan distribusi oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang menyalurkan gas subsidi ke pihak yang tidak berhak, termasuk pelaku usaha dan kalangan tertentu.

Lebih mengejutkan, masyarakat juga mengungkap dugaan praktik kecurangan berupa tabung gas yang diisi air untuk menutupi kekurangan isi. Temuan ini menimbulkan keresahan serius karena tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Sorotan tajam pun mengarah kepada lemahnya pengawasan pemerintah daerah, DPRD kabupaten/kota, hingga DPRD Provinsi Jambi. Kondisi ini dinilai telah berlangsung lama tanpa penanganan serius, sementara pelanggaran oleh pangkalan dan SPBBE terus terjadi.

Wilayah seperti Kecamatan Pondok Tinggi, Keliling Danau, Depati Tujuh, hingga Kayu Aro disebut sebagai daerah yang paling terdampak. Padahal, sesuai aturan, pelanggaran distribusi dan penyalahgunaan gas subsidi dapat berujung pada sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha.

Masyarakat kini mendesak Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi untuk segera turun tangan, menindak tegas oknum yang terlibat, serta memastikan distribusi gas subsidi berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran. Jika tidak segera ditangani, krisis ini dikhawatirkan akan terus berlarut dan semakin merugikan masyarakat kecil.

HW

Penulis: Hendri Wijaya


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.