JAMBI — DETEKTIF SPIONASE
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak bisa diraih secara instan. Setiap atlet membutuhkan proses panjang, latihan disiplin, kerja keras, dan keseriusan untuk mencapai prestasi.
Penegasan tersebut disampaikan Sanusi saat membuka Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Provinsi Jambi di Lapangan KONI Jambi, Jumat (6/11/2026).
Sebanyak 52 atlet mengikuti tes awal dalam program persiapan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON, Porprov 2027, hingga PON 2028. Mereka terdiri dari 10 atlet atletik dan 42 atlet dayung.
Sanusi menegaskan, KONI Jambi tidak ingin asal memberangkatkan atlet ke kompetisi nasional tanpa persiapan dan kemampuan yang terukur. Karena itu, setiap atlet harus melewati tahapan seleksi, pengujian, serta pembinaan secara serius.
"Tidak ada atlet yang bisa simsalabim. Semua harus melalui proses, latihan, kerja keras, dan keseriusan," tegas Sanusi di hadapan para atlet.
Dalam tahapan awal Pelatda, para atlet menjalani serangkaian tes fisik, meliputi kelincahan (agility), kekuatan (power), daya tahan jantung dan paru-paru melalui Multistage Fitness Test (MFT), serta kecepatan melalui tes lari 40 meter.
Hasil tes tersebut akan menjadi dasar evaluasi KONI dalam mengukur kemampuan dan potensi atlet sekaligus menentukan program pembinaan selanjutnya.
Melalui Pelatda ini, KONI Provinsi Jambi berkomitmen mempersiapkan atlet secara terarah dan terukur agar mampu bersaing serta membawa nama baik Provinsi Jambi pada ajang PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).