detektifspionase.com
Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Usman Ermulan Temui Jusuf Kalla, Gagas Jalan Pintas Jambi–Kerinci untuk Buka Akses Ekonomi

Detektif Spionase | 12 Agustus 2026 - 07:59 WIB
Usman Ermulan Temui Jusuf Kalla, Gagas Jalan Pintas Jambi–Kerinci untuk Buka Akses Ekonomi

JAMBI, DETEKTIF SPIONASE – Pertemuan dua sahabat dan tokoh bangsa, Usman Ermulan dan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, berlangsung dalam suasana hangat. Di tengah bincang santai, terselip pembicaraan serius tentang masa depan pembangunan Jambi, khususnya akses menuju Kerinci dan Sungai Penuh.

Di atas, terlihat Jusuf Kalla berbincang bersama Usman Ermulan. Percakapan keduanya tidak sekadar nostalgia antarsahabat, tetapi menyentuh persoalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat: bagaimana membuka akses Jambi menuju Kerinci dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Usman Ermulan, mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode dan ekonom yang pernah duduk di Komisi Keuangan, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan Nasional DPR RI, mendorong agar pemerintah serius memikirkan jalan pintas Sarolangun–Muara Emat.

Menurut Usman, Kerinci memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan layak menjadi salah satu destinasi unggulan Provinsi Jambi. Namun, potensi tersebut akan sulit berkembang maksimal apabila akses menuju daerah itu masih membutuhkan perjalanan panjang dan melelahkan.

“Kalau kita ingin memperkenalkan pariwisata Jambi, khususnya Kerinci, kita harus berpikir bagaimana masyarakat dan wisatawan bisa mencapai Kerinci dengan lebih cepat dan nyaman,” ujar Usman.

Jalan Pintas, Harapan Baru Masyarakat

Selama ini perjalanan dari Kota Jambi menuju Kerinci harus melalui jalur Bangko. Kondisi tersebut dinilai bukan hanya menyulitkan wisatawan, tetapi juga memperlambat arus distribusi hasil pertanian masyarakat Kerinci.

Usman menawarkan gagasan pembangunan akses alternatif dari Sarolangun melalui Margoyoso menuju Muara Emat.

Menurutnya, jalur tersebut berpotensi memangkas perjalanan secara signifikan. Bahkan, dengan pembangunan satu jembatan dan peningkatan kualitas jalan masyarakat yang sudah ada, ruas yang perlu dibangun disebut tidak lebih dari sekitar 10 kilometer.

“Ini bukan semata-mata membangun jalan untuk wisata. Ini adalah jalan ekonomi masyarakat,” tegas Usman.

Dengan akses yang lebih pendek, hasil pertanian Kerinci, terutama sayur-mayur, dapat dikirim lebih cepat menuju wilayah Riau dan Kepulauan Riau, bahkan membuka peluang pasar yang lebih luas hingga ekspor. Jalur ke arah selatan juga berpotensi memperkuat konektivitas menuju Provinsi Lampung.

Kerinci Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Kerinci memiliki kekayaan alam yang menjadi salah satu modal besar pariwisata Jambi. Danau Gunung Tujuh, perkebunan teh, Gunung Kerinci, kawasan TNKS, hingga berbagai destinasi alam lainnya merupakan potensi yang dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, menurut Usman, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.

Akses jalan harus dibuka, infrastruktur diperkuat, dan sumber daya manusia pariwisata harus disiapkan.

Pemandu wisata profesional juga dinilai penting agar wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi mendapatkan pelayanan dan pengalaman yang berkualitas.

Pertemuan Dua Sahabat, Gagasan untuk Negeri

Pertemuan Usman Ermulan dengan Jusuf Kalla menjadi gambaran bahwa membangun negeri tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat yang formal.

Kadang, sebuah gagasan besar lahir dari perbincangan sederhana antara dua sahabat yang sama-sama memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, politik dan pembangunan.

Jusuf Kalla sendiri memiliki kedekatan dengan keluarga Kerinci. Salah satu menantunya merupakan putra dari almarhum Abu Hasan, pengusaha sekaligus tokoh politik yang dikenal memiliki hubungan kuat dengan Kerinci.

Karena itu, pembicaraan mengenai masa depan Kerinci bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut masa depan masyarakat dan daerah yang memiliki potensi besar.

Masyarakat tidak meminta jalan yang mewah. Masyarakat membutuhkan jalan yang cepat, aman, layak dan mampu membuka pintu ekonomi.

Jika jalan pintas Sarolangun–Muara Emat benar-benar dapat diwujudkan, jarak bukan lagi menjadi alasan Kerinci tertinggal.

Kerinci memiliki alamnya. Masyarakat memiliki hasil pertaniannya. Jambi memiliki potensi wisatanya.

Yang dibutuhkan sekarang adalah kemauan politik, perencanaan yang matang dan keberanian untuk membuka jalan menuju masa depan.

 

DETektif SPIONASE — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Masyarakat.


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.