Jalan Nasional Dikuasai Truk Batu Bara, Warga Terjebak Macet 11 Jam dari Mandiangin–Tembesi

 

Jambi detektifspionase.com – Aktivitas angkutan batu bara kembali memicu keresahan serius di tengah masyarakat. Sepanjang jalan nasional dari Mandiangin hingga Tembesi, jalur vital penghubung antarkabupaten itu seolah dikuasai penuh oleh truk-truk pengangkut batu bara, tanpa menyisakan ruang bagi kepentingan pengguna jalan lainnya.

Salah satu pengguna jalan asal Sarolangun menuju Kota Jambi mengaku terjebak kemacetan panjang sejak Sabtu malam pukul 21.00 WIB hingga Minggu pagi pukul 08.00 WIB. Selama hampir 11 jam, kendaraan nyaris tidak bergerak akibat antrean truk batu bara yang memenuhi badan jalan.

“Ini sudah sangat luar biasa dan tidak masuk akal. Truk batu bara mengabaikan hak pengguna jalan lain. Jalan nasional dipakai seolah milik sendiri,” keluh warga.

Di lapangan, truk-truk batu bara dilaporkan mengantre hingga tiga jalur, menutup total akses kendaraan lain. Bahkan, sejumlah pengendara terpaksa keluar dari ruang milik jalan (ruwas) demi mencari celah, namun tetap tidak bisa melintas.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kemacetan parah, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Sepanjang jalur tersebut, kecelakaan disebut nyaris tak terhindarkan. Kendaraan terperosok, terguling, hingga rusak parah menjadi pemandangan yang kerap disaksikan masyarakat.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat solusi nyata dari pihak terkait. Publik pun mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas kondisi ini. Apakah pemerintah provinsi, dalam hal ini Gubernur Jambi, menutup mata? Ataukah ada pejabat lain yang diduga telah menerima “kisi-kisi” sehingga mengabaikan hak masyarakat luas?

Masyarakat berharap Kapolda Jambi turun tangan secara serius untuk mengambil langkah tegas dan solutif. Penegakan aturan dinilai mendesak agar kepentingan umum tidak terus-menerus dikorbankan demi aktivitas angkutan batu bara.

“Silakan angkutan batu bara tetap beroperasi, masing-masing tentu siap menanggung risikonya. Namun jangan bersikap sewenang-wenang dengan menguasai seluruh badan jalan. Kami sebagai pengguna jalan umum, untuk pergi ke kantor saja, harus terjebak berjam-jam,” tegas warga.

Masyarakat meminta kepada seluruh pihak terkait agar tidak mementingkan kepentingan sendiri, serta segera menghadirkan kebijakan dan pengawasan ketat demi menjamin keselamatan dan hak pengguna jalan lainnya. Jalan nasional adalah fasilitas publik, bukan milik segelintir kepentingan bisnis.

Penulis: Dap

Editor: Dap

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.