detektifspionase.com
Senin, 31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

“Papi” dan Isu Wali Kota Bayangan Kota Jambi: Siapa Pengendali di Balik Layar?

Detektif Spionase | 30 Agustus 2026 - 17:59 WIB
“Papi” dan Isu Wali Kota Bayangan Kota Jambi: Siapa Pengendali di Balik Layar?

JAMBI, DETEKTIF SPIONASE – Isu mengenai sosok yang disebut-sebut sebagai “wali kota bayangan” di Kota Jambi kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Sosok tersebut disebut memiliki pengaruh kuat di balik layar dan diduga ikut memainkan peran dalam urusan paket pekerjaan serta kerja sama dengan sejumlah perusahaan.

‎Informasi yang dihimpun dari salah satu pelaku usaha yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, pernah ada dugaan pendekatan kepada sebuah perusahaan terkait salah satu paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

‎Dalam komunikasi tersebut, menurut sumber, perusahaan diminta memberikan 10 persen dari nilai kontrak apabila berhasil memenangkan pekerjaan. Namun, informasi mengenai siapa yang sebenarnya berada di balik tawaran tersebut masih memerlukan pembuktian dan pendalaman lebih lanjut.

‎“Orangnya tidak tampil di depan. Seolah-olah tidak ada hubungan dengan urusan proyek, tetapi komunikasi dan pengaruhnya disebut berjalan di belakang layar,” ungkap sumber tersebut.

‎Isu ini semakin menarik perhatian setelah sebelumnya muncul pemberitaan mengenai 73 paket pekerjaan ketenagakerjaan yang dikuasai satu perusahaan, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp4,67 miliar. Pemberitaan tersebut juga menyeret nama atau julukan “Papi”, yang disebut-sebut sebagai figur berpengaruh atau “CEO bayangan” di lingkungan kekuasaan Kota Jambi. 

‎Namun pertanyaan publik kini berkembang lebih jauh.

‎Siapa sebenarnya “Papi”?

‎Apakah “Papi” hanya julukan seorang pengusaha atau orang yang memiliki akses kuat ke lingkungan pemerintahan? Apakah benar sosok tersebut yang selama ini disebut-sebut sebagai “wali kota bayangan”?

‎Dan yang tak kalah penting, apa sebenarnya hubungan sosok “Papi” dengan Wali Kota Jambi Maulana?

‎Apakah hubungan tersebut sebatas hubungan pertemanan, bisnis, politik, atau memiliki akses terhadap pengambilan keputusan pemerintahan? Atau justru tudingan tersebut tidak memiliki dasar dan hanya berkembang sebagai rumor di tengah masyarakat?

‎Pertanyaan-pertanyaan itu hingga kini belum mendapatkan jawaban yang terang.

‎DETektif SPIONASE menilai isu ini perlu dibuka secara terang-benderang, bukan untuk menghakimi siapa pun, tetapi untuk memastikan apakah benar terdapat pihak di luar struktur pemerintahan yang memiliki pengaruh terhadap proses pengadaan dan kerja sama Pemerintah Kota Jambi.

‎Jika benar ada permintaan fee 10 persen dari nilai kontrak, siapa yang meminta? Atas kapasitas apa? Kepada perusahaan mana? Apakah ada komunikasi tertulis, rekaman, saksi, atau dokumen yang dapat membuktikannya?

‎Begitu pula dengan isu “Papi”. Publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai siapa sosok tersebut dan apakah benar mempunyai hubungan dengan lingkaran Wali Kota Jambi.

‎Kini bola berada di tangan Pemkot Jambi, aparat penegak hukum, serta pihak-pihak yang namanya disebut. Klarifikasi terbuka diperlukan agar isu “wali kota bayangan” tidak terus menjadi rumor tanpa ujung, sekaligus untuk menjawab keresahan publik mengenai dugaan permainan di balik proyek dan anggaran daerah.

‎Catatan: Sampai berita ini diterbitkan, tudingan mengenai “wali kota bayangan”, permintaan fee 10 persen, maupun hubungan “Papi” dengan Wali Kota Jambi harus diperlakukan sebagai dugaan/informasi yang masih perlu diverifikasi. Pihak yang disebut perlu diberikan ruang hak jawab dan klarifikasi. Tim 


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.