detektifspionase.com
Minggu, 17 Mei 2026 - 11:10 WIB

Proyek Tanggul Rp12,9 Miliar Diduga Asal Jadi, APH Kerinci Seolah Tak Dianggap Kontraktor

Detektif Spionase | 16 Mei 2026 - 06:19 WIB
Proyek Tanggul Rp12,9 Miliar Diduga Asal Jadi, APH Kerinci Seolah Tak Dianggap Kontraktor

KERINCI detektifspionase.com – Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao senilai Rp12,9 miliar yang bersumber dari APBN kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Selain diduga dikerjakan asal jadi, kontraktor pelaksana juga dinilai seolah tidak menganggap keberadaan Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Kerinci.

Pasalnya, proyek yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi Jambi melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VI itu tetap berjalan di tengah banyaknya keluhan masyarakat terkait kualitas pekerjaan di lapangan.

Warga menilai kualitas pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao jauh dari harapan. Beberapa bagian pekerjaan disebut terlihat tidak maksimal dan memunculkan kekhawatiran terhadap daya tahan tanggul saat debit air meningkat pada musim hujan.

“Kalau memang pekerjaan ini benar dan sesuai spesifikasi, kenapa masyarakat terus mengeluh. Jangan sampai APH dianggap tidak ada sehingga kontraktor bekerja seenaknya,” ujar salah seorang warga.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan proyek bernilai miliaran rupiah itu. Masyarakat mendesak APH segera turun melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan tidak ada dugaan penyimpangan anggaran maupun pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Warga juga meminta pemerintah pusat dan instansi terkait tidak tutup mata terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurut mereka, proyek pengendalian banjir seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh, bukan malah memunculkan polemik baru.

“Jangan sampai uang negara Rp12,9 miliar habis begitu saja sementara hasil pekerjaan dipertanyakan masyarakat. APH harus berani bertindak,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana PT Ponjen Mas maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengerjaan asal jadi pada proyek tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut. Tim


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.