detektifspionase.com
Jumat, 11 September 2026 - 17:15 WIB

BELUM SEBULAN, PROYEK P3-AI SUNGAI PEGEH SUDAH RETAK-RETAK: KUALITAS PEKERJAAN DIPERTANYAKAN

Detektif Spionase | 11 September 2026 - 14:30 WIB
BELUM SEBULAN, PROYEK P3-AI SUNGAI PEGEH SUDAH RETAK-RETAK: KUALITAS PEKERJAAN DIPERTANYAKAN

KERINCI, detektifspionase.com 10 September 2026 — Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-AI) di Desa Sungai Pegeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, menjadi sorotan. Belum genap satu bulan rampung dikerjakan, bangunan irigasi yang tercatat atas nama Kelompok Tani Sinar Harapan dilaporkan sudah mengalami keretakan di sejumlah bagian.

Temuan tersebut terungkap saat LSM GP2AM (Gerakan Pengawasan Pengawalan Aparatur & Masyarakat) melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (10/9/2026).

Dari hasil pantauan lapangan, tim GP2AM mempertanyakan kualitas konstruksi pekerjaan tersebut. Sejumlah bagian bangunan terlihat mengalami retak, sementara kondisi struktur pondasi juga dinilai perlu mendapat pemeriksaan teknis dari pihak berwenang.

Tim investigasi GP2AM menyebut menemukan sejumlah indikasi yang perlu diklarifikasi secara teknis, antara lain dugaan tidak adanya galian pondasi sebagaimana mestinya serta tidak terlihatnya lantai kerja pada bagian konstruksi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana bangunan irigasi yang baru selesai dikerjakan belum sebulan sudah mengalami keretakan?

GP2AM meminta pihak terkait tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal biasa. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan apakah keretakan dan kondisi konstruksi tersebut disebabkan oleh metode pelaksanaan, mutu material, spesifikasi pekerjaan, kondisi tanah, maupun faktor teknis lainnya.

GP2AM DESAK PEMERIKSAAN MENYELURUH

LSM GP2AM mendesak Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi, serta Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera VI segera turun melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut.

GP2AM meminta:

Segera melakukan pemeriksaan teknis resmi terhadap bangunan P3-AI di Desa Sungai Pegeh.

Memastikan pekerjaan sesuai gambar, spesifikasi teknis, volume, mutu material, dan ketentuan kontrak/program.

Jika terbukti terdapat pekerjaan yang tidak sesuai standar, meminta dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali sesuai hasil pemeriksaan teknis.

Menelusuri tanggung jawab pihak pelaksana dan pengawas apabila ditemukan pelanggaran atau kelalaian.

Melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan P3-AI lainnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh guna memastikan persoalan serupa tidak terjadi di lokasi lain.

Ketua LSM GP2AM, Hendri Wijaya, menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut.

“Kami akan terus mengawasi seluruh proses ini sampai tuntas. Anggaran rakyat wajib dipertanggungjawabkan dengan hasil yang nyata, kokoh, dan berkualitas,” tegas Hendri.

Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran negara harus menghasilkan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan dalam waktu singkat setelah selesai dibangun.

GP2AM pun meminta pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi memberikan penjelasan terbuka mengenai hasil pengawasan dan kualitas pekerjaan P3-AI tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih perlu memberikan klarifikasi mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, proses pengawasan, serta penyebab keretakan bangunan yang terjadi di lokasi. Dap


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.