detektifspionase.com
Rabu, 16 September 2026 - 15:57 WIB

Baru Rampung, Bangunan P3-TGAI Lolo Kecil Mulai Retak — BWSS VI Disorot

Detektif Spionase | 15 September 2026 - 22:46 WIB
Baru Rampung, Bangunan P3-TGAI Lolo Kecil Mulai Retak — BWSS VI Disorot

KERINCI, detektifspionase.com15 September 2026 — Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi Lolo Kecil, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, menuai sorotan. Proyek yang dikoordinir oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Depati Jayo tersebut disebut warga mengalami keretakan dan menunjukkan sejumlah kondisi yang dinilai perlu segera diperiksa.

Hasil peninjauan tim media di lokasi menemukan sejumlah bagian konstruksi yang secara kasatmata dipertanyakan kualitasnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan bangunan apabila digunakan dalam jangka panjang.

Sejumlah Kondisi Dipertanyakan

Dari hasil pantauan lapangan, tim menemukan beberapa hal yang perlu mendapatkan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) Jambi, di antaranya:

- Lantai kerja tidak terlihat pada bagian yang ditinjau, sehingga perlu dipastikan apakah pelaksanaannya telah sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis.

- Susunan batu pada bagian pondasi terlihat tidak seragam, dengan beberapa bagian memiliki lebar bawah sekitar 10–15 sentimeter dan bentuk yang dinilai perlu diperiksa kembali dari aspek teknis.

- Campuran adukan mortar secara visual dipertanyakan, sehingga diperlukan pemeriksaan untuk memastikan komposisi dan mutu material sesuai spesifikasi.

- Sejumlah bagian konstruksi terlihat mengalami retak, meskipun pekerjaan disebut baru selesai.

Temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pekerjaan telah melanggar ketentuan teknis. Namun, kondisi fisik di lapangan dinilai cukup menjadi alasan bagi pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian secara profesional.

Dugaan Persoalan Tidak Hanya di Satu Lokasi

Sorotan masyarakat juga mengarah pada dugaan adanya persoalan serupa pada sejumlah kegiatan P3-TGAI di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Muncul pula dugaan adanya pihak tertentu yang mengatasnamakan kelompok tani atau kelompok penerima manfaat dalam memperoleh maupun mengelola kegiatan. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan administrasi, dokumen penetapan penerima, serta mekanisme pelaksanaan program.

Karena itu, masyarakat meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan visual di lapangan, tetapi ditindaklanjuti dengan audit teknis dan administrasi.

BWSS VI dan Kementerian PU Diminta Berikan Penjelasan

Masyarakat meminta BWSS VI Jambi melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan P3-TGAI di Lolo Kecil, termasuk kesesuaian pekerjaan dengan gambar, spesifikasi teknis, volume, mutu material, serta dokumen pertanggungjawaban kegiatan.

Jika ditemukan pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, masyarakat berharap dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali sesuai ketentuan tanpa membebani penerima manfaat.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga diminta melakukan evaluasi apabila ditemukan indikasi bahwa persoalan serupa terjadi pada sejumlah titik lainnya.

“Anggaran negara harus menghasilkan infrastruktur yang benar-benar bermanfaat dan tahan lama. Kalau pekerjaan baru selesai tetapi sudah terlihat retak dan kualitasnya dipertanyakan, kami berharap segera diperiksa. Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan,” ujar perwakilan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWSS VI Jambi dan pihak pelaksana kegiatan masih perlu memberikan penjelasan terkait standar teknis pekerjaan, penyebab keretakan, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada BWSS VI Jambi, P3A Depati Jayo maupun pihak terkait lainnya sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.